Ulasanku untuk Jilid 1 Novel Ringan Aku Dimanjakan Tetanggaku yang Seperti Malaikat

PERHATIAN: ULASAN INI MUNGKIN BERISI SPOILER.
Awalnya aku agak bingung, kok, sampul depan dengan lampiran yang ada di bukunya beda, ternyata awalnya sampul untuk Jilid 1 ini menggunakan ilustrasi dari Hazano Kazutake hingga akhirnya terbit di Indonesia dengan ilustrasi dari Hanekoto. Namun, untuk ilustrasi di dalam novelnya tetap menggunakan ilustrasi dari Hazano Kazutake.
Aku agak asing dengan ilustrasi Hazano Kazutake karena memang dari awal aku kenal serial ini dari anime yang menggunakan gaya seni Hanekoto. Namun, aku senang masih bisa mengetahui versi awal dari Mahiru yang tampak lebih dingin dan dewasa daripada versi Hanekoto yang tampak lebih manis dan ekspresif.
Aku baca seri novel ringan ini lewat terbitan Phoenix Gramedia. Secara keseluruhan, terjemahannya bagus meski sesekali bikin pusing karena penggunaan kata yang kurang sesuai, kalau dari struktur terjemahannya, sepertinya novel dalam Bahasa Indonesia ini diterjemahkan dari Bahasa Inggris alih-alih Bahasa Jepang langsung, tapi itu hanya dugaanku, aku bisa saja salah. Meski terkadang terdapat tipo, untuk selebihnya mungkin karena aku masih kurang berpengalaman membaca novel, jadi membayangkan bagian tubuh ini sedang melakukan ini masih cukup susah buatku.
Alur ceritanya … tentu saja ini sangat teramat tak masuk akal wkwkwk. Bayangkan hanya bermodalkan meminjamkan payung, dirimu bisa punya hubungan rahasia dengan gadis tercantik di sekolah, terlebih dia mau merawat dan memasakkan makanan untukmu, itu saja sudah terasa bagaikan mimpi.
Namun, terlepas dari itu, membaca novel ini mengingatkanku pada pepatah Jawa: Witing tresno jalaran soko kulino, yang memiliki arti: Cinta tumbuh karena terbiasa, pepatah ini juga muncul dalam lagunya Dewa 19 - Risalah Hati (Beri sedikit waktu, biar cinta datang kar′na telah terbiasa, mm-mm)—entah band itu mengutip dari pepatah jawa ini atau tidak. Yang jelas dari Amane yang meminjamkan payungnya ke Mahiru, tak sengaja Amane membuka ruang interaksi yang sebelumnya tak pernah mereka lakukan, dari situ Mahiru jadi mengenal Amane dan ingin lebih terlibat dengan Amane dengan alasan “kepuasaan diri” karena merasa risih dengan kebiasaan Amane yang serampangan. Perlahan-lahan mereka menjadi nyaman dan akrab karena sering bersama-sama dan saling memercayai. Sungguh alur cerita yang manis dan sangat menggambarkan pepatah Jawa tadi~
Meski begitu, aku tetap menyukai novel ringan ini karena berhasil membuatku berhalu dan senyum-senyum sendiri saat membacanya wkwkwk. Aku juga menyukai novel ringan ini karena ceritanya sungguh berfokus pada keromantisan mereka berdua alih-alih cinta segitiga atau segi berapa pun yang tak jelas.
Novel ringan bisa didapatkan di situs Gramedia.com atau toko buku Gramedia, ya, untuk versi bahasa Indonesianya.
Kredit:
- Foto Thumbnail postingan: Light Novel Volume 1 | Otonari no Tenshi-sama Wiki | Fandom
- Arti Witing Tresno Jalaran Soko Kulino: Arti Witing Tresno Jalaran Soko Kulino Makna Cinta dalam Budaya Jawa
- Lirik Lagu Dewa - Risalah Hati: Dewa 19, Yura Yunita - Risalah Hati lyrics | Musixmatch