Pengalamanku sebagai YouTuber yang Gagal
Aku adalah salah satu dari angkatan YouTuber tahun 2016-2017.
Perjalananku pertama kali di YouTube dimulai dari karena terinspirasi dengan melihat orang-orang yang membuat tutorial dan kiat tentang Android yang sepertinya seru kalau aku juga ikut membuatnya.
Dari pemikiran seperti itu, akhirnya lahir video pertamaku di YouTube dengan judul “Cara mendinginkan HP Yang panas” pada tanggal 5 Oktober 2016.
Tentu saja video itu kualitasnya jelek, dan yang paling parah, video itu tidak terbukti mendinginkan aplikasi, malah jatuhnya seperti mempromosikan suatu aplikasi.
Bisa ditebak, isi komentarnnya hanya makian dan cacian, entah itu karena diriku yang tidak jelas menyampaikan sesuatu, kualitas video yang jelek, dan tutorial yang tak terbukti.
Terlepas dari itu, aku tetap membuat video. Video selanjutnya adalah konten gim Minecraft, dan karena aku saat itu lagi suka-sukanya dengan sistem operasi Android, skin-ku di Minecraft adalah robot Android. Bahkan foto profil kanalku adalah foto dari berbagai versi Android saat itu.
Aku terus membuat video saat itu hingga akhirnya aku memulai membuat kanal baru karena … entah apa alasanku saat itu, entah karena tak bisa mengajukan memonetisasi atau apa, tapi kalau seingatku karena masalah alamat surelku yang terlalu panjang kubuat.
Aku membuat kanal baru dan mendaftarkan monetisasi, dan berhasil terdaftar. Tak lama setelah itu, entah apa lagi alasanku, aku membuat kanal baru lagi pada 2017, yang kuniati membuat banyak video meski belum bisa dimonetisasi, mungkin waktu itu aku terlalu bodoh untuk membaca kalau fitur monetisasi di kanal YouTube baruku itu dinonaktifkan, tak mengindahkannya dan terus berusaha membuat video.
Hingga tiba-tiba muncul peraturan YouTube yang mengharuskan minimal punya beberapa subscriber, aku terus berusaha membuat video konten yang banyak hingga target itu hampir penuh. Kala hampir penuh, YouTube mengubah peraturan monetisasiya lagi, kini monetisasi wajib punya sekian jam tayang tayang dan subscriber.
Meski agak kesal karena seharusnya aku sudah dapat monetisasi, aku tetap membuat video baru hingga akhirnya aku mulai bosan dan tersadar bahwa ini mustahil buatku yang videonya biasa saja dan tidak menarik. Hingga akhirnya pada tanggal 17 April 2021 adalah tanggal terakhirku mengunggah video di YouTube.
Yah, meski begitu, aku akhir-akhir ini kembali aktif membuat video di kanal baruku. Namun kali ini, alih-alih fokus pada monetisasi, aku lebih fokus pada bagaimana caraku bisa membantu orang lain. Mulai dari menerjemahkan alur cerita dalam gim hingga membahas sejarah teknologi.